Skip to main content

Posts

Featured

Kindness Currency

Suatu ketika, aku pernah ikut aktivitas. Di sana, aku ketemu teman baru. Insting bilang, kita harus kembali sama-sama, dalam keadaan baik. Maka, aku selalu tawarkan sumber daya dan usaha yang bisa aku beri. Kemudian, seorang teman berujar, “Kak, kamu kenapa baik, sih, sama aku?” “Kan, emang kita harus baik ke semua orang,” refleks mengambil alih. Gak aku sangka, dari obrolan singkat itu. Aku terus kepikiran bahkan sampai hari ini. Saat era di mana modernisme—sisi individualistik kian menonjol, semua bersifat transaksional dan mutualisme. Apakah menjadi baik merupakan alat tukar sah? Manakala menjadi baik merupakan simbiosis mutualisme, apakah entitas kemurnian dan budi luhur manusia tergerus? “Oh, dia baik sama aku, maka aku juga baik sama dia” “Ah aku begini, soalnya nanti dia bakalan begitu ke aku” Bagaimana kalau ternyata kita sudah baik, tetapi umpan balik yang diterima tidak sesuai harapan? Apa kita kecewa? Marah? Pada siapa? Pada ekspektasi yang kita ciptakan sendiri di kepala? K...

Latest Posts

Aku dicuri

an epitome of the divine creature

Ketika Hidup Hanya Mengenal Kata Sekali

the most difficult job: when fixing the cabinet item is easier than fixing you

Dive Into Your Screen: See How Ideas Connect Visually

Kabar Bahagia

Idea of fall in love one-sidedly

can you see me crying on the bus?

Satu dari Seribu

The Appetizer