Skip to main content

Posts

Featured

an epitome of the divine creature

Bisikan halus menerpa permukaan wajahku, seingatku, hanya aku yang berada di dalam sini. “Kamu siap menjadi manusia seutuhnya?” Begitu tanyanya, halus, tanpa intimidasi, sepenuhnya mengonfirmasi kehidupanku kelak. Tak ayal aku mencari perwujudan nyata, nihil. Aku tak mendapati apa yang kucari, ku yakin, asalnya bukan dari gema vokal orang tuaku sebab tutur katanya berbeda. Tidak ada suar gema gemuruh di luar dunia sana. Kosong kasak-kusuk yang biasa ku merasapi hadirnya. Ia dekat dan lekat, seolah tiada yang lekang oleh barang hal yang mampu mengasingkan maklumat yang ingin ia sampaikan. “Kamu akan meninggali semesta yang diberkati oleh kekuatan Agung, tetapi dibinasakan sesamamu; hamba Sang Ilahi” Lanjutnya tanpa ragu, seolah ilham yang diriwayatkan oleh Sang Mahajana tuk diutarakan untukku melalui perantaranya. “...adalah waktumu di dunia. Jadi bijaklah engkau, wahai manusia, yang sudah kutiupkan ruhnya atas kehendak Sang Hyang” Ku dipanggilnya manusia, ujarnya, aku memiliki ruh dan ...

Latest Posts

Ketika Hidup Hanya Mengenal Kata Sekali

the most difficult job: when fixing the cabinet item is easier than fixing you

Dive Into Your Screen: See How Ideas Connect Visually

Kabar Bahagia

Idea of fall in love one-sidedly

can you see me crying on the bus?

Satu dari Seribu

The Appetizer

trouble is a friend

movable